Pengertian Pasar Modal: Sejarah, Jenis, Manfaatnya

Pasar Modal Pengertian, Jenis, Pelaku, dan Manfaatnya
Pasar Modal Pengertian, Jenis, Pelaku, dan Manfaatnya from www.linovhr.com

Pasar Modal adalah sistem di mana investor dapat membeli dan menjual saham atau efek dari perusahaan yang terdaftar. Pasar modal merupakan salah satu cara yang digunakan oleh perusahaan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat. Pasar modal dapat dibagi menjadi dua jenis besar, yaitu pasar primer dan pasar sekunder. Pasar primer adalah pasar di mana perusahaan menawarkan efek kepada publik untuk pertama kalinya. Sedangkan pasar sekunder adalah pasar di mana investor dapat membeli dan menjual efek yang sudah diterbitkan. Pasar modal telah memainkan peran penting dalam perekonomian dunia selama beberapa dekade terakhir, karena memberikan perusahaan dengan akses ke dana yang mereka butuhkan untuk pertumbuhan dan investor dengan cara untuk berinvestasi. Di bawah ini kami akan membahas lebih lanjut tentang sejarah, jenis, dan manfaat dari pasar modal.

Sejarah Pasar Modal

Sejarah pasar modal dimulai pada awal abad ke-17 di Amsterdam, Belanda. Pada saat itu, pedagang terkemuka membentuk pasar saham pertama yang disebut Perusahaan Belanda untuk Perdagangan Luar Negeri. Perusahaan ini memungkinkan investor untuk membeli dan menjual saham dalam perusahaan yang terdaftar di pasar saham. Pada tahun 1773, Bank of New York menjadi bank pertama di Amerika Serikat yang memiliki departemen investasi untuk membantu investor menemukan saham yang layak. Pada tahun 1790, para pedagang saham Amerika mengadakan pertemuan di New York City untuk membentuk New York Stock and Exchange Board. Ini adalah pasar saham pertama di AS yang menjadi cikal bakal pasar saham modern hari ini.

Jenis Pasar Modal

Pasar Primer

Pasar primer adalah pasar di mana perusahaan menawarkan efek kepada publik untuk pertama kalinya. Efek yang ditawarkan dapat berupa saham biasa, saham preferensi, obligasi, atau instrumen lain. Pada saat ini, pasar primer di AS diatur oleh Securities and Exchange Commission (SEC). Saat perusahaan menawarkan efek, mereka harus mendaftarkan efek tersebut dengan SEC dan mempublikasikan prospektus, yang merupakan dokumen yang berisi informasi tentang perusahaan, efek yang ditawarkan, dan risiko yang terkait dengan efek tersebut.

Baca juga:  10 Jenis Investasi Jangka Pendek Yang Menguntungkan

Pasar Sekunder

Pasar sekunder adalah pasar di mana investor dapat membeli dan menjual efek yang sudah diterbitkan. Pasar sekunder diatur oleh bursa saham, yang merupakan pasar di mana para pedagang saham bertemu untuk membeli dan menjual efek. Di Amerika Serikat, bursa saham yang paling terkenal adalah New York Stock Exchange dan Nasdaq. Bursa saham juga memiliki sistem perdagangan elektronik yang memungkinkan investor untuk membeli dan menjual efek dari rumah.

Manfaat Pasar Modal

Pasar modal dapat memberikan manfaat yang luas bagi perusahaan, investor, dan masyarakat secara keseluruhan. Dengan menawarkan efek ke publik, perusahaan dapat mengumpulkan dana yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pengembangan. Pasar modal juga membuatnya lebih mudah bagi perusahaan untuk mengakses modal, yang dapat membantu meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Untuk investor, pasar modal memberikan kesempatan untuk berinvestasi dalam efek perusahaan publik yang dapat memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan instrumen lain. Pasar modal juga memungkinkan investor untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan perusahaan yang mendasarinya.

Kesimpulan

Pasar modal telah berkembang secara signifikan sejak dimulainya abad ke-17 dan telah berperan penting dalam perekonomian dunia. Pasar modal dibagi menjadi pasar primer dan pasar sekunder. Pasar modal memberikan banyak manfaat bagi perusahaan, investor, dan masyarakat secara keseluruhan. Perusahaan dapat mengumpulkan dana yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pengembangan, investor dapat berinvestasi dalam efek yang dapat memberikan imbal hasil yang lebih tinggi, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang mendasarinya.