Bagaimanakah Sikap Kaum Pergerakan Terhadap Penjajahan Yang Dilakukan Jepang?

Sikap Kaum Pergerakan Terhadap Penjajahan Yang Dilakukan Jepang
Sikap Kaum Pergerakan Terhadap Penjajahan Yang Dilakukan Jepang from rsudsyamsudin.org

Sejarah Penjajahan Jepang di Indonesia

Penjajahan Jepang di Indonesia berlangsung selama 3 tahun 8 bulan, mulai dari Maret 1942 hingga Agustus 1945. Selama masa penjajahan tersebut, Jepang melakukan berbagai tindakan represif terhadap rakyat Indonesia, seperti pengambilan tanah, kerja paksa, dan penahanan tanpa proses hukum yang jelas.

Sikap Kaum Pergerakan Terhadap Penjajahan Jepang

Kaum pergerakan pada masa penjajahan Jepang memiliki sikap yang berbeda-beda terhadap kehadiran Jepang di Indonesia. Ada yang bersikap kooperatif dengan Jepang, namun ada juga yang menentang dengan keras. Berikut adalah beberapa sikap yang diambil oleh kaum pergerakan terhadap penjajahan Jepang:

1. Sikap Kooperatif

Beberapa kelompok pergerakan seperti PETA (Pembela Tanah Air) dan Heiho (Heiho Keibodan) menjalin kerja sama dengan Jepang. Mereka diizinkan untuk membentuk pasukan dan diberi pelatihan militer oleh tentara Jepang. Namun, kerja sama ini membuat mereka kehilangan dukungan dari rakyat Indonesia dan dianggap sebagai pengkhianat.

2. Sikap Netral

Beberapa kelompok pergerakan seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama memilih untuk tetap netral dalam situasi tersebut. Mereka menolak untuk berkerjasama dengan Jepang dan juga tidak bergabung dengan gerakan perlawanan. Namun, mereka berusaha untuk mempertahankan organisasinya dan membantu rakyat Indonesia yang terkena dampak penjajahan.

3. Sikap Menentang

Banyak kelompok pergerakan seperti Pemuda Sosialis Indonesia, Partai Komunis Indonesia, dan Gerakan Rakyat Indonesia memilih untuk menentang penjajahan Jepang. Mereka membentuk pasukan gerilya dan melakukan serangan terhadap tentara Jepang serta melakukan aksi sabotase terhadap infrastruktur Jepang. Aksi perlawanan ini membawa pengaruh besar terhadap kekalahan Jepang di Indonesia.

Aksi Perlawanan Terhadap Penjajahan Jepang

Selain sikap yang diambil oleh kelompok pergerakan, terdapat juga aksi perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajahan Jepang. Beberapa aksi perlawanan yang terkenal adalah:

Baca juga:  Tato Tulisan Jepang: Inilah Tips Terbaru Untuk Membuat Tato Yang Viral Di Tahun 2023

1. Pemberontakan DI/TII

Pemberontakan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) terjadi pada tahun 1948-1962. Pemberontakan ini terjadi karena kekecewaan DI/TII terhadap pemerintahan Indonesia yang dianggap tidak mampu memberikan keadilan bagi rakyat Indonesia. Pemberontakan ini berhasil diredam oleh pemerintah Indonesia setelah beberapa tahun berlangsung.

2. Pertempuran Surabaya

Pertempuran Surabaya terjadi pada 10 November 1945, dimana tentara Jepang mencoba merebut kembali kota Surabaya dari tangan pasukan Indonesia. Pertempuran ini berlangsung selama beberapa hari dan menyebabkan banyak korban jiwa dari kedua belah pihak.

3. Aksi Sabotase

Rakyat Indonesia juga melakukan aksi sabotase terhadap infrastruktur Jepang. Salah satu aksi sabotase yang terkenal adalah pembakaran pabrik gula Pasir Gudang di Jawa Timur.

Kesimpulan

Sikap kaum pergerakan terhadap penjajahan Jepang sangat beragam. Ada yang bersikap kooperatif, netral, dan menentang. Namun, aksi perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajahan Jepang membawa pengaruh besar terhadap kekalahan Jepang di Indonesia. Sejarah ini menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk mempertahankan kemerdekaan dan kebebasan negara kita dari penjajahan.